2/22/2012

Pengertian Antroposfer



Antroposfer adalah salah satu obyek material dari kajian geografi yang membahas mengenai dinamika manusia yang meliputi kelahiran, kematian, dan migrasi.

DINAMIKA DEMOGRAFI
Adalah peristiwa yang terjadi secara terus-menerus dan saling berkaitan mengenai perubahanjumlah penduduk.

1. Menghitung pertumbuhan penduduk
a. Natalitas
b. Mortalitas / Tingkat kematian
c. Migrasi
2. Mengukur kualitas Penduduk
a. Pendidikan
b. Kesehatan

**Komposisi Penduduk Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin**

1. Menghitung jumlah penduduk
Untuk mengetahui jumlah penduduk suatu daerah, propinsi, atau negara dapat di lakukan beberapa cara, seperti sensus penduduk, registrasi atau pencatatan atau survei.

a. Sensus penduduk
Sensus berasal dari bahasa latin census yang berarti penaksiran harta benda seorang warga negara pencatatan nama warga negara, misal untuk pemungutan pajak.
Sensus dapat dibedakan atas dua macam, yakni sensus de factor dan de jure. Sensus de facto adalah perhitungan penduduk atau pencacahan penduduk yang dilakukan setiap orang yang pada waktu sensus diadakan berada pada wilayah sensus. Sementara sensus de jure adalah pencacahan yang hanya dikenal pada penduduk yang benar-benar bertempat tinggal dalam wilayah sensus tersebut

b. Register
Registrasi adalah catatan secara continue/terus menerus yang dilakukan oleh dinas terkait terhadap penduduk suatu wilayah administrasi.

c. Survei
Survei merupakan pencacahan penduduk metode dengan cara mengambil contoh daerah. Jadi, pencacahan penduduk metode survei tidak dilakukan di seluruh wilayah negara, melainkan hanya pada daerah-daerah tertentu yang dianggap mewakili seluru wilayah negara tersebut.

• Macam-macam komposisi penduduk
1. Berdasarkan aspek biologis
Misalnya : penduduk di suatu desa digolongkan berdasarkan umur dan jenis kelamin.
2. Berdasarkan aspek sosial
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan tingkat pendidikan dan status perkawinan.
3. Berdasarkan aspek ekonomis
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.
4. Berdasarkan aspek geografis
Misalnya : penduduk di golongkan berdasarkan lokasi tempat tinggal.

• Piramida penduduk
Struktur piramida penduduk :
a. Sumbu vertical untuk distribusi umur
b. Sumbu horizontal untuk menyatakan jumlah penduduk
c. Horisontal kiri untuk laki-laki dan horizontal kanan untuk perempuan.

Memahami piramida penduduk yang ada, seperti stasioner, ekspansif dan konstruktif tidak hanya dilihat dari bentuknya saja. tetapi dilihat dari makna tiap komposisi penduduk yang ada didalamnya. seperti pada gambar berikut.

Dari tiga piramida di atas, dapat dilihat berapa perbandingan jumlah penduduk wanita dan laki-laki dari umurnya dan juga untuk mengetahui angka ketergantungan penduduknya (depedency ratio).

  1. Piramida Stasioner, seperti pada gambar paling kanan. Perbandingan jumlah penduduk pada piramida tipe ini dilihat dari kelompok usia relatif sama. memiliki angka kematian dan kelahiran yang rendah. biasanya terdapat di negara-negara Eropa seperti Jerman.
  2. Piramida Ekspansif, seperti pada gambar paling kiri. Pada piramida tipe ini dilihat dari kelompok usia didominasi oleh usia muda. memiliki angka kelahiran yang tinggi, dengan angka ketergantungan yang tinggi pula. Biasanya terdapat di negara-negara berkembang di Asia seperti Indonesia dan Malaysia
  3. Piramida Konstruktif, seperti pada gambar yang tengah. Pada piramida tipe ini kelompok usia muda relatif lebih sedikit dibanding kelompok usia tua. Memiliki angka kematian yang rendah dengan angka  kelahiran yang turun dengan cepat. Biasanya terdapat di negara-negara Jepang dan Swedia.

0 komentar:

Poskan Komentar

Tinggalkan pesan anda


Online form powered by 123ContactForm.com | Report abuse

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons